Terus Berinovasi, TPID Sultra dan BI Luncurkan 3 Aplikasi Pengendali Inflasi

Koranmerdeka.com,Kendari – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Bank Indonesia (BI) terus berinovasi. Kali ini meluncurkan berbagai aplikasi sebagai program penguatan sistem informasi pengendalian inflasi.

Peluncuran aplikasi tersebut dihadiri oleh Gubernur Sultra, instansi vertikal dan Bupati serta OPD terkait dari 17 Kabupaten/Kota bertempat di lapangan Korem 143 Haluoleo Kendari, pada 11 Agustus lalu.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, pengendalian inflasi tahun 2023 membutuhkan sinergi dengan berbagai stakeholder termaksud himpunan ekonomi dan bisnis pesantren (Hebitren).

“Melalui keterlibatan Hebitren sebagai agregator dan pengembangan komoditas pangan,” ujarnya

Sementara itu, Kepala BI Sultra Doni Septadijaya menyebutkan bahwa sebanyak 3 aplikasi yang telah diluncurkan yakni Aplikasi Pak Tani, Sipengharapan dan Lapalapa.

“Pertama aplikasi Pak Tani Konasara untuk mendukung pelaksanaan program pemanfaatan kebun pekarangan Konawe Utara. Kemudian, aplikasi Sipengharapan untuk pemantauan harga Muna Barat selanjutnya aplikasi Lapalapa untuk menunjang pelaksanaan pasar murah,” papar Doni.

Katanya, berbagai upaya ini berhasil membawa Sultra kembali pada koridor target inflasi dengan tingkat inflasi gabungan dua kota pada Juli 2023 sebesar 3,52 persen (yoy), namun hingga akhir tahun terdapat tantangan iklim yang beresiko mengurangi produksi pangan.

“Oleh karenanya diperlukan berbagai inovasi untuk mendorong produktivitas pangan seperti penggunaan pupuk organik yang telah didorong melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan peningkatan produktivitas bawang merah melalui PSBI rumah semai bawang merah,” pungkas Doni. (**)

Penulis: Muamar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *