Koranmerdeka.com-Menjejakkan kaki di Kabupaten Konawe Kepulauan, tidak lengkap rasanya jika tak sampai ke Air Terjun Tumburano. Air terjun yang berada di Desa Tumburano Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan(Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra) ini memiliki panorama alam yang sangat indah.
Menariknya lagi, dibalik pesona Air Terjum Tumburano, ternyata menyimpan kisah asmara yang melegenda. Konon, objek wisata alam ini pernah menjadi saksi bisu keabadian cinta sepasang kekasih Duru Balewula dan kekasihnya Wulangkinokooti. Hubungan keduanya tidak direstui oleh kedua orang tua mereka, kemudian memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka di air terjun ini. Kini kisah asmara kuno itu menjadi sudah menjadi cerita masyarakat setempat.
Letak permandian Air Terjun Tumburano dari perkampungan masyarakat memang terbilang lumayan jauh sekitar kurang lebih tujuh kilo meter. Namun itu cerita dulu, Kini seiring pembangunan daerah, akses jalan pun ikut membaik dan untuk mencapainya dapat menggunakan kendaraan bermotor roda dua atau pun roda empat sehingga terasa lebih cepat dan dekat.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata, kita dapat menikmati pemandangan hamparan perkebunan kelapa masyarakat setempat. Selain pohon kelapa kita juga dapat melihat perkebunan warga yang ditumbuhi berbagai macam tanaman, seperti kakao, jambu mete, hamparan persawahan warga, dan berbagai macam tanaman yang menunjang kehidupan masyarakat setempat. Pemandangan ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat lokal wawonii sejak lama.
Nah, ketika sampai kita akan disuguhkan air terjun yang spektakuler. Permandian Air Terjun Tumburano memiliki keunikan berupa gundukan batu raksasa yang menjadi magnet air terjun ini. Tak seperti air terjun di tempat lain, menuju puncak Tumburano ini terdapat gundukan batu yang bersusun. Jika sampai ke puncak, kita akan menemukan cekungan mirip danau dengan air jernih, danau alam ini terbentuk dari akar pohon sekitar kawasan itu.
Air Terjun Tumburano ini terbagi atas tiga tingkatan. Tingkatan ke tiga inilah air terjun yang paling tinggi sekitar 80 meter dan bisa diakses dengan mudah.
Untuk air terjun tingkat dua tingginya kurang lebih 15 meter. Jika Anda ingin kesana, Anda harus memanjat melalui akar-akar pohon. Tempat ini tidak direkomendasikan dikunjungi, karena faktor resiko. Sedangkan untuk air terjun tingkat pertama tingginya hanya sekitar 10 meter, di tingkat pertama ini sangat cocok kalau Anda ingin mengabadikan moment, karena hanya dari lokasi ini, ke tiga tingkatan air terjun ini bisa terlihat jelas. (**)






