Santunan Jasa Raharja Sultra Tembus Rp34,23 Miliar, Korban Didominasi Pengendara Motor dan Usia Produktif

Koranmerdeka.com,Kendari – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat total penyaluran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025 mencapai Rp34,23 miliar. Angka ini mencerminkan komitmen berkelanjutan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat yang mengalami musibah di jalan raya.

Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sultra, Nur Akbar, menyampaikan bahwa realisasi santunan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Tahun 2025, kami telah menyalurkan santunan sebesar Rp34,23 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, terdapat kenaikan sebesar Rp2,68 miliar atau sekitar 8,50%,” ujar Nur Akbar dalam keterangannya di Kendari, pada Rabu (28/1/2026).

Profil Korban: Sepeda Motor dan Pelajar Mahasiswa serta Usia Produktif

Berdasarkan data statistik Jasa Raharja Sultra, terdapat tren yang perlu menjadi perhatian bersama terkait profil kendaraan dan demografi korban kecelakaan

Jenis Kendaraan: Pengguna sepeda motor masih menjadi penyumbang kecelakaan tertinggi dengan persentase mencapai 67% dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Kelompok Umur: Korban terbanyak berasal dari kelompok usia produktif serta Pelajar dan Mahasiswa diusia 15-24 tahun sebesar 29,25% dan usia 25-49 tahun sebesar 28,77% .

Komitmen Pelayanan dan Keselamatan Transportasi

“Kami terus bersinergi dengan pihak Kepolisian dan Instansi terkait, Rumah Sakit serta Pamong Praja (Kelurahan/Desa) untuk memastikan percepatan layanan. Namun, di sisi lain, tingginya angka kecelakaan di kalangan usia produktif, Pelajar dan Mahasiswa serta pengendara roda dua merupakan sinyal bagi kami untuk melakukan edukasi keselamatan berkendara (safety riding) yang lebih masif lagi,” tambahnya.

Sejalan dengan meningkatnya jumlah santunan tersebut, ia menyampaikan Jasa Raharja Sultra terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kegiatan keselamatan transportasi yang dilakukan oleh Jasa Raharja dalam bentuk Socio Enginering di antaranya kegiatan Safety Campign baik di sekolah-sekolah melalui program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas, malaksanakan kegiatan secara aktif di Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL), sosialisai di Media TV, Radio, Perusahaan Otobus (PO), memasang Pop Up Blast keselamatan transportasi dan himbauan keselamatan dalam bentuk baligo mini di titik titik rawan laka,” tuturnya.

Selain itu, upaya lainnya pemasangan rambu, imbauan, pembagian brosur/pamflet, hingga kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan secara aktif di Terminal Angkutan Darat dan Kapal Laut serta di perwakilan Perusahaan Otobus. Sasaran pemeriksaan kesehatan ini lebih difokuskan pemeriksaannya bagi para pengemudi, awak kapal, hingga penumpang dengan tujuan agar mereka melakukan perjalanan dalam kondisi yang sehat.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam berkendara, menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas bagi diri sendiri dan orang lain serta tertib terhadap aturan lalu lintas yang berlaku,” ujar Nur Akbar. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *